Example floating
Example floating
BeritaKesehatan

RS Ubaya Bersama Penggerak PKK Surabaya Komitmen Tekan Penyebaran TBC

228
×

RS Ubaya Bersama Penggerak PKK Surabaya Komitmen Tekan Penyebaran TBC

Sebarkan artikel ini

SURABAYA: Rumah Sakit Ubaya bersama tim penggerak PKK Surabaya dan BPJS Kesehatan menggelar kegiatan community wellness program bersama tim penggerak PKK peduli TBC : Bersama Kita Bisa Indonesia Bebas TBC 2030 di RS Ubaya, Rabu (27/8).

Kegiatan ini digelar melihat tingginya angka kasus tuberkulosis (TBC) di Jawa Timur terutama di Kota Surabaya. Dari data Dinkes Provinsi Jawa Timur, estimasi penemuan kasus TBC tahun 2024 sebanyak 16.127 kasus. Sedangkan estimasi penemuan kasus di tahun 2025 sebanyak 16.098 kasus.

Untuk penemuan kasus TBC di Kota Surabaya periode pelaporan Januari-Desember 2024 adalah sebesar 12.096 kasus atau 75 persen dari estimasi 16.127 kasus. Berdasarkan sumber data SITB dan cut off data per 24 Maret 2025, penemuan kasus TBC di Surabaya sebanyak 1.917 dari estimasi kasus sebanyak 16.098 di Tahun 2025.

Ketua Penggerak PKK Surabaya Rini Indriani Eri Cahyadi, S Farm, Apt sebagai salah satu key note speech memberikan apresiasi ke RS Ubaya yang turut berperan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Surabaya. Ia meminta agar PKK berperan untuk menekan penyebaran TBC dengan memberikan edukasi ke lingkungan sekitar.

“Jika nanti ibu-ibu menemukan tetangga suspect TBC dengan kondisi batuk-batuk, badannya kurus dan lain-lain itu bisa melaporkan ke Puskesmas terdekat,” ucap istri dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Ditambahkan Rini Indriani, untuk menurunkan angka kasus TBC perlu dukungan semua pihak seperti PKK maupun rumah sakit.

“Saya juga mengucapkan terima kasih ke Rumah Sakit Ubaya yang sudah memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK di Kecamatan Tegalis, sehingga membantu kami untuk mencegah penyebaran TBC,” katanya.

Sementara Direktur RS Ubaya dr wenny Retno sarie lestari.MMRS, FISQua yang juga menjadi key note speech di acara tersebut mengatakan, RS Ubaya berkomitmen untuk mengatasi masalah TBC dengan memberikan layanan kesehatan menggunakan BPJS Kesehatan.

“RS Ubaya usianya baru 2,5 tahun, namun kami memiliki komitmen untuk memberian pelayanan kesehatan untuk menurunkan atau mengatasi masalah TBC,” katanya.

Ia juga mengatakan, Indonesia menempati peringkat kedua kasus TBC terbanyak di dunia setelah India. Melihat kondisi itulah ia mendorong agar penderita TBC untuk melakukan pengobatan secara rutin hingga sembuh.

“Agar bisa sembuh harus melakukan pengobatan secara rutin,” katanya.

Sementara itu, Head of Branch Office BPJS Kesehatan, Hernina Agustin Arifin mendukung penuh upaya untuk mencegah TBC terutama di wilayah Surabaya. Selain itu juga mengaprisiasi Langkah RS Ubaya yang memberikan CSR berupa pembiayaan BPJS kepada warga Panjang Jiwo yang berada di sekitar lokasi RS Ubaya.

“Dengan dukungan dari CSR Rumah Sakit Surabaya ini mudah-mudahan menjadi contoh untuk badan usaha-badan usaha lainnya. Mudah-mudahan Rumah Sakit Ubaya juga semakin berkembang dan terus memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat,” katanya. @

About The Author