Example floating
Example floating
BeritaHukum

Emosional! Sena Ungkap Alasan Gugat KDRT Istri Cantiknya: Sudah Dikasih Rp 2 M, Uang Bulanan Rp 75 Juta Habis Buat Party

158
×

Emosional! Sena Ungkap Alasan Gugat KDRT Istri Cantiknya: Sudah Dikasih Rp 2 M, Uang Bulanan Rp 75 Juta Habis Buat Party

Sebarkan artikel ini

Surabaya – Sidang lanjutan perkara dugaan kekerasan psikis dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa selebgram Vinna Natalia Wimpie Widjoyo, S.E. kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (23/9). Agendanya, pemeriksaan saksi pelapor, yakni suami terdakwa, Sena.

Dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim S. Pujiono, berjalan panas. Beberapa kali, hakim menegur pengacara terdakwa maupun saksi itu tidak saling bentak. “Saudara pengacara kalau bertanya nadanya jangan tinggi. Saksi juga, kalau mau berkelahi silahkan di luar jangan di sini, ” ucap hakim.

Dalam keterangannya Se ena menjelaskan, perkara rumah tangganya bermula dari laporan Vinna ke Polrestabes Surabaya terkait dugaan KDRT. Laporan tersebut sempat diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice (RJ) dengan kesepakatan bahwa Sena menyerahkan kompensasi berupa uang Rp2 miliar, biaya keluarga Rp75 juta per bulan, dan sebuah rumah senilai Rp5 miliar.

“Uang dua miliar sudah saya transfer dan biaya bulanan sudah saya penuhi, tetapi untuk rumah belum karena dia (Vinna) sendiri yang memilih. Namun, setelah itu Vinna tetap menggugat cerai. Padahal saya lakukan semua itu demi memperbaiki hubungan rumah tangga dan untuk anak-anak,” ungkap Sena di persidangan.

Diakui Sena, uang bulanan Rp 75 juta hanya sekali diberikan. Ia menghentikan karena uang tersebut tidak dipakai untuk mengurusi keperluan rumah tangga. Bahkan menuding habis untuk foya-foya di klub malam bersama i teman-teman istrinya. .

“Uang bulanan Rp 75 Juta itu untuk mengurusi rumah tangga. Tapi malah buat party, saya masih harus keluar uang lagi untuk gaji security dan lain-lain. Akhirnya saya hentikan. Saya merasa diperas, satu bulan saya tidak mengurusi perusahaan, ” keluhnya.

Kuasa hukum terdakwa, Bangkit Mahanantiyo, menyinggung alasan Vinna enggan kembali meski sudah ada kesepakatan damai. Menurut Sena, hal tersebut hanya alasan belaka. Ia bahkan menduga Vinna memiliki pria idaman lain.

Saat ditanya soal tudingan laporan Kekerasan dalam lingkup rumah tangga dari ART maupun dugaan kasus korupsi yang menyeret namanya, Sena menegaskan bahwa dirinya difitnah.

“Kasus korupsi itu tidak ada kaitannya dengan saya, perkaranya sudah inkrah. Dan soal anak, saya tidak pernah melarang, hanya saja anak-anak tidak boleh dibawa,” tegasnya.

Pernyataan tersebut langsung dibantah Vinna. Ia menegaskan hingga kini rumah yang dijanjikan belum ada. Soal anak, ia juga mengaku ada surat resmi dari sekolah yang melarang dirinya menemui buah hatinya.

Hakim kemudian menanyakan kemungkinan damai antara keduanya. Sena mengaku masih berharap Vinna kembali demi anak-anak. Namun Vinna merespons dengan ragu. “Siapa yang bisa menjamin keselamatan saya?” ucapnya di hadapan majelis hakim.

Sidang akan kembali digelar minggu depan dengan agenda mendengarkan keterangan anak-anak.

Dalam dakwaan JPU, konflik rumah tangga pasangan ini berawal sejak pernikahan pada 12 Februari 2012 di Gereja Katolik Santo Yohanes Pemandi, Surabaya. Meski dikaruniai tiga anak, hubungan mereka kerap diwarnai pertengkaran hingga memuncak pada Desember 2023, saat Vinna memutuskan meninggalkan rumah dan melaporkan Sena atas dugaan KDRT.

Untuk mempertahankan rumah tangganya, Sena telah menyerahkan uang Rp2 miliar, biaya bulanan Rp75 juta, dan rumah Rp5 miliar. Namun, meski menerima kompensasi tersebut, Vinna kembali menggugat cerai pada 31 Oktober 2024. Konflik panjang itu membuat Sena disebut mengalami gangguan psikis, sebagaimana hasil pemeriksaan RS Bhayangkara Surabaya pada 22 Februari 2025 yang menyatakan ia menderita gangguan campuran cemas dan depresi akibat permasalahan rumah tangga tersebut.

About The Author