Example floating
Example floating
Olahraga

HIPMI Jatim Nilai Arderio Hukom Pantas Jadi Ketua KONI Surabaya

94
×

HIPMI Jatim Nilai Arderio Hukom Pantas Jadi Ketua KONI Surabaya

Sebarkan artikel ini

Surabaya – Dukungan terhadap pengusaha muda Arderio Hukom untuk menjadi Ketua KONI Surabaya terus mengalir jelang digelarnya Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot), Sabtu 22 November 2025. Kali ini, dukungan datang dari Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf,

Sosok Arderio Hukom, merupakan figur yang dikenal aktif di lingkungan HIPMI Jawa Timur itu dinilai memiliki kapasitas manajerial dan jejaring kolaboratif yang dibutuhkan untuk memperbaiki tata kelola keolahragaan di Kota Pahlawan.

“KONI Surabaya membutuhkan figur yang mampu menghadirkan perspektif baru tanpa meninggalkan prinsip kedisiplinan. Arderio adalah kader HIPMI yang dibentuk dengan nilai profesionalitas dan kolaborasi. Ia berpengalaman mengelola program dan menjalin relasi lintas sektor. Karakter itu penting bagi kepemimpinan KONI Surabaya,” ujar Ahmad Salim Assegaf di Surabaya, Jumat (21/11/2025).

Dukungan yang muncul dari HIPMI Jawa Timur bukan sekadar kedekatan internal organisasi. Pertimbangan kapasitas Arderio sebagai pelaku usaha menjadi faktor utama, mengingat KONI Surabaya dituntut mampu membangun kemitraan yang kuat, efisiensi sistem, dan tata kelola yang lebih transparan. Pengalaman Arderio dalam dunia bisnis dinilai selaras dengan kebutuhan tersebut.

Diketahui, nama Arderio Hukom mulai mencuri perhatian sejumlah pemangku kepentingan olahraga di Surabaya. Latar belakangnya sebagai pengurus BPD HIPMI Jawa Timur dinilai menjadi modal kuat untuk membawa pembaruan dalam sistem kepemimpinan KONI Surabaya. Arderio selama ini dikenal dengan gaya kerja terukur, fokus pada hasil, dan piawai membaca peluang kolaborasi lintas sektor.

“Di lingkungan HIPMI, Arderio terbiasa berada dalam kultur kepemimpinan yang menuntut ketelitian organisasi, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan menjaga ritme kerja tim. Nilai-nilai tersebut relevan untuk mengelola organisasi olahraga yang kompleks seperti KONI Surabaya, terutama di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang semakin tinggi, ” bebernya.

Menanggapi dorongan pencalonannya, Arderio menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang optimal bagi cabang olahraga, atlet, dan pelatih. Ia menyoroti perlunya penataan yang lebih rapi dalam sistem pembinaan agar prestasi Surabaya tidak terhambat oleh persoalan teknis maupun pendanaan.

“Atlet dan pelatih harus fokus pada latihan. Masalah pembinaan dan kebutuhan organisasi wajib dikelola lebih tertata. Pendanaan selalu jadi masalah klasik, dan itu harus dicari solusinya. Karena itu saya siap menjalin komunikasi dengan pemerintah hingga dunia usaha,” tegas Arderio.

Ia juga menyampaikan bahwa jejaringnya di HIPMI dan Kadin dapat menjadi pintu pembuka bagi kolaborasi baru yang berkelanjutan. “Saya terbiasa bekerja dalam ekosistem kolaboratif. Pengalaman itu ingin saya gunakan untuk memperkuat sistem pembinaan di KONI Surabaya,” tutupnya. @

About The Author