Example floating
Example floating
BeritaPendidikan

22 Sekolah di Pasuruan dan Probolinggo Direvitalisasi, Pemprov Jatim Gelontor Rp 23,71 Miliar

34
×

22 Sekolah di Pasuruan dan Probolinggo Direvitalisasi, Pemprov Jatim Gelontor Rp 23,71 Miliar

Sebarkan artikel ini

SURABAYA: Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) merehabilitasi dan merevitalisasi 22 Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri dan swasta di wilayah Pasuruan dan Probolinggo untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

“Ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam menyediakan ruang belajar yang layak bagi putra-putri Jawa Timur guna mencetak generasi emas yang kompetitif dan berkarakter,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan diterima di Surabaya, Minggu.

Gubernur Khofifah menyampaikan peresmian sarana dan prasarana tersebut bukan sekadar pemenuhan fasilitas fisik, melainkan penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kualitas dan makna belajar di sekolah.

Ia menegaskan sekolah merupakan ruang tumbuh bagi nilai, karakter dan mimpi peserta didik, sehingga pemenuhan sarana dan prasarana menjadi bagian dari upaya menjaga martabat pendidikan dan masa depan generasi muda.

Program rehabilitasi dan revitalisasi tersebut, lanjutnya, juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem belajar yang sehat melalui ruang kelas yang aman, sanitasi layak, fasilitas pembelajaran memadai, serta lingkungan sekolah yang ramah anak.

Di wilayah Pasuruan, rehabilitasi dan revitalisasi menyasar 16 sekolah dengan anggaran Rp16,33 miliar, sedangkan di wilayah Probolinggo mencakup enam sekolah dengan anggaran Rp7,38 miliar.

Gubernur Khofifah menegaskan sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga memiliki hak yang sama atas lingkungan belajar yang layak.

Selain pembangunan fisik, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan sumber daya manusia, salah satunya dengan pengembangan Bank Talent DNA untuk memetakan potensi dan kompetensi peserta didik.

“Kita sudah punya Bank Talent DNA, di Indonesia insya Allah yang sudah memiliki bank Talent DNA adalah pendidikan di Provinsi Jawa Timur,” katanya.

Menurut dia, optimalisasi sarana dan prasarana harus diikuti dengan revitalisasi cara mengajar, cara belajar dan kepemimpinan sekolah agar mampu mencetak generasi berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.@

About The Author