Example floating
Example floating
Olahraga

Selam Tetap Dipertandingkan di Popda Jatim 2026, POSSI Sebut Langkah Strategis Cetak Atlet Masa Depan

11
×

Selam Tetap Dipertandingkan di Popda Jatim 2026, POSSI Sebut Langkah Strategis Cetak Atlet Masa Depan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur memastikan cabang olahraga selam tetap menjadi salah satu nomor yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur 2026 di Kabupaten Ngawi. Keputusan tersebut disambut antusias Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Timur yang menilai Popda menjadi fondasi penting dalam menjaga regenerasi atlet.

Ketua Umum Pengprov POSSI Jatim, Mirza Muttaqien, mengatakan kehadiran selam di Popda bukan sekadar menambah daftar cabang olahraga yang diperlombakan, tetapi menjadi ruang pembinaan bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meniti jalan menuju prestasi yang lebih tinggi.

“Keputusan Pemprov Jawa Timur dan Dispora mempertandingkan selam di Popda patut diapresiasi. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga pembinaan olahraga sejak usia pelajar,” ujar Mirza, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, saat ini POSSI telah memiliki kepengurusan di 27 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan sekitar 600 atlet aktif. Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan olahraga selam terus mengalami peningkatan sehingga membutuhkan kompetisi yang berjenjang.

“Setiap tahun selalu muncul atlet-atlet baru. Mereka membutuhkan wadah untuk mengukur kemampuan melalui pertandingan. Popda menjadi salah satu ajang yang sangat penting untuk itu,” katanya.

Mirza menilai kompetisi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan. Latihan yang dilakukan secara rutin akan lebih bermakna apabila diikuti dengan kesempatan bertanding sehingga atlet dapat mengasah mental, teknik, dan pengalaman.

“Semakin banyak kejuaraan tentu semakin baik. Atlet tidak hanya berlatih, tetapi juga memiliki target untuk berprestasi. Dari kompetisi seperti inilah kualitas atlet akan terus meningkat,” jelasnya.

Selama ini, Jawa Timur dikenal sebagai salah satu kekuatan utama cabang olahraga selam di Indonesia. Dominasi tersebut dibuktikan dengan keberhasilan mempertahankan gelar juara umum pada tiga edisi Pekan Olahraga Nasional (PON) secara beruntun, yakni PON XIX Jawa Barat 2016, PON XX Papua 2021, dan PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Prestasi itu, lanjut Mirza, merupakan hasil pembinaan jangka panjang yang dimulai sejak usia sekolah. Karena itu, keberadaan Popda menjadi mata rantai penting dalam menjaga kesinambungan regenerasi atlet.

“Kaderisasi harus dimulai sejak usia dini. Atlet-atlet yang nanti memperkuat Jawa Timur di level nasional bahkan internasional berasal dari pembinaan di tingkat pelajar. Popda menjadi salah satu pintu masuknya,” tegasnya.

POSSI Jatim, kata Mirza, juga terus menjalankan program pembinaan atlet muda sesuai arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar setiap cabang olahraga memperkuat pembibitan sejak usia dini.

Selain itu, ia berharap olahraga selam, khususnya nomor finswimming, dapat masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

“Prestasi atlet selam Indonesia di SEA Games terus menunjukkan hasil positif. Karena itu kami berharap finswimming bisa dipertandingkan di Popnas agar pembinaan atlet pelajar semakin berkelanjutan dan prestasi Indonesia di level internasional semakin meningkat,” pungkasnya.

Popda Jatim 2026 sendiri akan mempertandingkan puluhan cabang olahraga dan menjadi ajang seleksi sekaligus pembinaan atlet pelajar menuju level nasional hingga internasional. Selam diharapkan kembali melahirkan bibit-bibit atlet yang mampu meneruskan tradisi emas Jawa Timur di berbagai kejuaraan bergengsi. (MAD)

About The Author