Example floating
Example floating
BeritaOlahraga

Kejurda FORKI Ilegal, Juara Bertahan INKAI Ogah Kirim Karateka

9
×

Kejurda FORKI Ilegal, Juara Bertahan INKAI Ogah Kirim Karateka

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – Pengurus Provinsi Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Jawa Timur memastikan tidak akan mengirimkan atletnya dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang rencananya digelar FORKI Jawa Timur pada April 2026.

Keputusan tegas ini diambil sebagai bentuk protes terhadap pelaksanaan Kejurda yang dinilai tidak sesuai prosedur dan berpotensi ilegal, menyusul berakhirnya masa kepengurusan FORKI Jatim pada akhir Februari 2026.

Ketua INKAI Jawa Timur, Suyanto Kasdi , menegaskan bahwa sikap ini bukan karena faktor arogansi sebagai perguruan besar, melainkan murni soal kepatuhan terhadap aturan organisasi.

“INKAI ini bukan sombong karena perguruan besar. Tapi mekanisme sekarang ini tidak pada relnya. Dalam proposal saja sudah cacat, ada perpanjangan yang tidak jelas,” ujar Suyanto saat ditemui di sela Rakerda INKAI Jatim di Surabaya, Minggu (28/3/2026).

Menurutnya, perpanjangan masa kepengurusan FORKI Jatim tidak pernah disosialisasikan secara resmi kepada perguruan maupun pengurus kabupaten/kota. Bahkan, sejumlah pengurus daerah yang ditanya juga mengaku tidak mengetahui adanya perpanjangan tersebut.

Suyanto menjelaskan, secara administratif, perpanjangan seharusnya disampaikan melalui surat resmi dari pusat kepada seluruh stakeholder, termasuk perguruan dan pengurus daerah.

oplus_0

“Kalau memang ada perpanjangan dari pusat, harus ada surat resmi yang dikirimkan. Harus jelas bunyinya, kepada siapa, berapa lama, dan untuk kepentingan apa. Ini tidak ada,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menilai jika pun benar ada perpanjangan, hal tersebut semestinya hanya diperuntukkan untuk pelaksanaan musyawarah provinsi (musprov), bukan untuk menggelar kejuaraan.

“Perpanjangan itu bukan untuk Kejurda, tapi untuk musprov. Jangan dipelintir. Ini yang jadi persoalan,” tambahnya.

INKAI Jatim juga menyoroti dugaan maladministrasi dalam pengelolaan organisasi, terutama terkait transparansi dan legalitas kebijakan.

“Kita tidak anti digitalisasi atau e-dokumen. Tapi administrasi harus tetap benar. Harus ada dasar hukum yang jelas, jangan sampai terjadi maladministrasi,” ujarnya.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, INKAI Jatim secara resmi menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam Kejurda FORKI Jatim mendatang.

Keputusan ini berpotensi memengaruhi kualitas dan legitimasi kejuaraan, mengingat INKAI merupakan salah satu perguruan terbesar dan penyumbang atlet karate di Jawa Timur.

Targetkan UKT INKAI Naik

Sementara Suyanto Kasdi juga menjelaskan dari hasil Raker yang dihadiri perwakilan pengurus Inkai dari kabupaten/kota di Jatim, menurutnya Inkai akan terus melakukan pembinaan atlet melakukan konsolidasi.

“Raker ini sesuai dengan AD/ART organsasi dan alhamdulillah teman-teman sangat antusias mengikuti Raker,” katanya.

Pengurus Inkai Jatim maupun kabupaten/kota juga akan berupaya memperbanyak anggota dan jumlah peserta ujian kenaikan tingkat (UKT).

“Jika tahun lalu UKT diikuti sekitar 6.500 peserta mudah-mudahan untuk semester ini bisa mencapai 8.000,” pangkasnya. (tom)

About The Author