GRESIK – Sebuah truk Isuzu berwarna oranye bertuliskan “B3 GO Group” dengan nomor polisi W 9708 UG diduga berkaitan dengan kasus pencurian kabel milik PT Telkom di Jalan Raya PU Gosari, Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.
Peristiwa tersebut diketahui pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 21.27 WIB. Informasi mengenai keberadaan truk tersebut diterima media ini dari sumber yang mengetahui kejadian di lapangan.
Kasus ini disebut memiliki keterkaitan dengan dugaan pencurian kabel Telkom yang sebelumnya terjadi di ruas Jalan Raya Cerme, Desa Metatu, Kecamatan Benjeng.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan aksi pencurian kabel di wilayah Benjeng terjadi pada 7 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Kabel bawah tanah milik Telkom dengan ukuran sekitar 200 milimeter dan 400 milimeter disebut menjadi sasaran.
Selanjutnya, pada 11 dan 15 September 2026, kembali ditemukan aktivitas penggalian di kawasan Terong Bangi, Kandangan, Kecamatan Benjeng. Salah satu lubang galian disebut berukuran cukup besar dan berada di sekitar jalur kabel.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena lubang galian yang berada di sekitar badan atau sisi jalan berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera diamankan.
Seorang sumber juga menyebut adanya nama Farid dan Heri yang disebut berkaitan dengan pengawasan di lapangan.
“Informasinya untuk pengawas lapangan bernama Farid dan Heri,” ujar sumber tersebut.
Selain itu, muncul pula informasi yang menyeret dugaan keterlibatan oknum aparat dalam perkara tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi maupun bukti yang dapat memastikan tudingan tersebut.
Media ini juga belum memperoleh penjelasan resmi dari pihak kepolisian maupun PT Telkom terkait status penyelidikan, identitas pelaku, maupun keterkaitan truk W 9708 UG dengan dugaan pencurian kabel tersebut.
Jika benar terjadi, pencurian kabel telekomunikasi tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga dapat mengganggu layanan komunikasi serta membahayakan keselamatan masyarakat apabila proses penggalian meninggalkan lubang terbuka di sekitar jalan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut belum memberikan klarifikasi. Konfirmasi akan dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan informasi yang berimbang. Pras














